Catatan

Mengenang Mbuang-mbuang (1)

13.38

Sahut menyahut adzan shubuh membangunkan nyenyak tidurku. Belum penuh nyawaku kembali, dingin menyergap meminta nyenyak untuk jangan pergi. Belum lagi beranjak, setumpuk barang bawaan yang belum tertata rapi memanggil-manggilku untuk segera bersiap. Iya, ini hari keberangkatan.
                “Kamu bawa berapa baju, Nu?”
                “ Sekitar 10 sih ada kayanya”
                “Banyak ya?”
                “Iya nih, sudah berulang kali aku tata ulang koperku agar bisa menampung semua barang bawaanku”
                “Bahkan aku belum belanja lagi, Nu. Kayanya barang-barangku banyak”
                “Hahaha cepat belanja, dan rapihkan barang-barang”

Relung

Congkak!

10.42

Setiap malam, sepanjang bulan ramadhan. Di masjid kampungku selalu ada sekelompok orang yang memilih untuk berlama-lama. Duduk melingkar di dalam masjid, dan bergantian membacakan ayat ayat naqli. Dari yang seumuran anak kelas 1 SD, hingga yang seumuran nenek dari anak tersebut.
Aku belajar tentang congkak. Dari mereka.