Nyastra

Rumuskan Jawaban

16.42

Stop. Berhenti. Tunggu.
Lihat sekeliling.
Kamu masih bisa ingat apa yang membuatmu berada di sana?
Kamu masih bisa mengenal sekadar siapa yang kamu ajak bicara?

Masih?

Tunggu.
Sebentar.

Kamu yang ada dirimu.
Masih bisa merasakan apa itu kamu?
Kamu masih bisa sekadar mendeskripsikan siapa dan bagaimana kamu bisa menjadi kamu?

Sebentar.
Satu lagi.

Sebenarnya, kamu dan dirimu, kini melakukan apa?
Waktu mu kamu sia sia kan untuk hal macam apa?

Coba sekarang
Duduk
Dan tunggu sebentar.

Mungkin kamu masih perlu merumuskan jawabannya

27 Februari 2016

Nyastra

Sampaikan

16.40

Selamat malam,
Kamu yang sedang diam di sana
Kamu yang sedang mengulum senyum di sana

Sampaikan pada hening
Bahwa aku merindukannya
Sampaikan pada tawa
Bahwa aku membutuhkannya

Sudah
Itu saja

Izinkan aku menutup hari ini,
Dengan irama kebahagiaan

1 Maret 2016,
Sebuah catatan

Nyastra

Agar Bahagia

16.31

lari mencari
apa itu hati

jalan memutar
mencari kendali dengan terkapar

lompati langit
namun enggan untuk bersengit

memutar otak sekian lama
mengangkat kaki tak kunjung jua

kamu kira nikmat akan datang, sukses akan terasa, bahagia akan tercipta
hanya dengan duduk manis berleha-leha
hanya dengan iri dan tak sanggup berkata-kata
hanya dengan ingin dan tak kunjung angkat senjata

berubahlah
maka Dia akan mengubahmu

semoga masa muda tidak sia sia
agar masa tua kelak bisa bahagia

----------
after deep deep talk sama temen jaman mts,
19 Juli 2016
di RS Kariadi

Nyastra

Sesederhana

16.29

Sesederhana seperti ini
Ada pepatah berkata,
Tidak ada sebuah kelezatan selain setelah lelah berlelah
Maka ketika belum manis, belum indah,
Kamu sejatinya belum melelahkan lelah

Sesederhana seperti ini
Ada pepatah berkata
Ada kemauan, ada jalan
Maka ketika belum menemu jalan
Kamu sejatinya belum menekadkan tekad, memaukan mau

Sesederhana
seperti
demikian
Karena hidup,
akan lebih nikmat dalam kesederhanaan

#swaisisuara

Nyastra

Nikmat Kehidupan

16.28

ketika kini ruang hidup dipenuhi pujian dan kebahagiaan

maka bersyukurlah
karena Dia menyembunyikan apa yang tidak tidak
apa yang kemudian hanya membuat satu persatu kebahagiaan
gugus terlepas dari ranting kehidupan

maka berjuanglah
agar setidaknya tidak memperiyakan yang tidak tidak
secara sengaja
agar apa yang menghiasi ranting kehidupan
tidak tergugurkan

maka diamlah sejenak
karena mungkin,
tidak hanya aku yang tidak sadar
akan salah satu nikmat kehidupan
yang baru saja saya uraikan

#swaisisuara